Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat
Model pembelajaran sains teknologi masyarakat (PSTM) adalah sebuah metode pengajaran yang menggunakan pendekatan interdisipliner untuk memperkenalkan konsep-konsep ilmiah dan teknologi kepada siswa dengan cara yang lebih kontekstual, terintegrasi dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran ini mengintegrasikan konsep sains, teknologi, dan masyarakat sebagai suatu kesatuan yang tidak terpisahkan, yang dimaksudkan untuk menghasilkan manusia-manusia yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan dapat memecahkan masalah-masalah lokal maupun global.
Model pembelajaran sains teknologi masyarakat atau PSTM mulai diperkenalkan di Indonesia pada awal tahun 2000-an oleh Direktorat Pembinaan SMP Kementerian Pendidikan Nasional. Program ini diluncurkan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sains di sekolah-sekolah menengah pertama di Indonesia. Program ini memiliki beberapa tujuan, di antaranya adalah:
- Meningkatkan penguasaan konsep-konsep sains dan teknologi oleh siswa
- Meningkatkan keterampilan siswa dalam memecahkan masalah terkait dengan sains dan teknologi
- Mengembangkan keterampilan sosial dan keterampilan berpikir kritis siswa
- Mendorong partisipasi siswa dalam pengambilan keputusan dan permasalahan masyarakat
Konsep Dasar PSTM
Model pembelajaran sains teknologi masyarakat didasarkan pada konsep-konsep dasar sains, teknologi, dan masyarakat yang saling berhubungan satu sama lain. Konsep dasar sains mengacu pada pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar ilmu pengetahuan, termasuk konsep-konsep fisika, kimia, biologi, dan lain-lain. Konsep dasar teknologi berkaitan dengan cara-cara yang digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, baik dari segi produk maupun proses pembuatannya. Sedangkan, konsep dasar masyarakat melibatkan pemahaman tentang kehidupan manusia secara sosial dan budaya.
Dalam model pembelajaran PSTM, ketiga konsep tersebut diintegrasikan dalam konteks kehidupan sehari-hari, sehingga siswa dapat memahami bagaimana hal-hal tersebut saling berkaitan dalam kehidupan mereka. Pada dasarnya, PSTM mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif tentang bagaimana konsep-konsep sains dan teknologi dapat diterapkan dan diimplementasikan dalam masyarakat.
Karakteristik Pembelajaran PSTM
Model pembelajaran sains teknologi masyarakat memiliki beberapa karakteristik khusus yang membedakannya dari model pembelajaran lainnya. Beberapa karakteristik tersebut adalah:
- Pendekatan interdisipliner: PSTM mengintegrasikan konsep-konsep sains, teknologi, dan masyarakat dalam satu kesatuan yang terpadu.
- Kontekstual: Pembelajaran PSTM dilakukan dalam konteks kehidupan nyata siswa, sehingga siswa dapat merasakan relevansi pembelajaran terhadap kehidupan mereka.
- Terintegrasi: Pembelajaran PSTM tidak hanya terfokus pada penguasaan konsep-konsep sains dan teknologi, tetapi juga pada keterampilan sosial dan keterampilan berpikir kritis siswa.
- Kerjasama dan partisipasi: Pembelajaran PSTM mendorong siswa untuk bekerja sama dengan teman-teman mereka dalam memecahkan masalah terkait dengan sains, teknologi, dan masyarakat.
- Penggunaan sumber daya lokal: Pembelajaran PSTM memanfaatkan sumber daya lokal, seperti lingkungan sekitar, masyarakat, dan industri setempat.
Implementasi PSTM di Indonesia
Program PSTM telah diimplementasikan di beberapa sekolah menengah pertama di Indonesia, baik oleh pemerintah maupun oleh lembaga swasta. Namun, implementasi PSTM belum merata di seluruh Indonesia, terutama di daerah-daerah yang belum terlalu berkembang.
Beberapa kendala yang dihadapi dalam implementasi PSTM di Indonesia adalah kurangnya fasilitas dan sumber daya pendukung, seperti laboratorium sains dan teknologi yang memadai, buku dan bahan ajar yang relevan, dan pelatihan untuk guru-guru dalam mengimplementasikan PSTM. Selain itu, kurangnya dukungan dari pemerintah dan masyarakat juga menjadi kendala dalam pengembangan program PSTM di Indonesia.
Manfaat PSTM bagi Siswa
Program PSTM memiliki manfaat yang sangat positif bagi siswa, antara lain:
- Meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam mempelajari sains dan teknologi
- Meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa
- Meningkatkan keterampilan sosial siswa dalam berinteraksi dengan teman dan masyarakat sekitar
- Meningkatkan pengetahuan siswa tentang isu-isu global terkait dengan sains dan teknologi
- Mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan aktivitas yang berhubungan dengan masyarakat
Kesimpulan
Model pembelajaran sains teknologi masyarakat (PSTM) adalah sebuah metode pengajaran yang memadukan konsep-konsep sains, teknologi, dan masyarakat dalam satu kesatuan yang terpadu. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial dan keterampilan berpikir kritis siswa, serta meningkatkan partisipasi siswa dalam pengambilan keputusan dan permasalahan masyarakat. Meskipun program PSTM belum merata di seluruh Indonesia, namun program ini memiliki manfaat yang sangat positif bagi siswa.