Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teknologi Boeing 737 Max 8

Boeing 737 Max 8

Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2011, pesawat Boeing 737 Max 8 menjadi primadona di industri penerbangan. Pesawat ini menjanjikan teknologi terbaru yang memungkinkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik, kecepatan yang lebih tinggi, dan kenyamanan penumpang yang lebih baik.

Namun, keberadaan pesawat Boeing 737 Max 8 di Indonesia mengalami berbagai tantangan, terutama setelah kecelakaan Ethiopian Airlines pada Maret 2019 yang menewaskan 157 orang. Kecelakaan serupa juga terjadi pada Lion Air di Indonesia pada Oktober 2018 yang menewaskan 189 orang, dan diperkirakan disebabkan oleh masalah pada sistem MCAS (Maneuvering Characteristics Augmentation System) yang ada pada pesawat tersebut.

Teknologi MCAS pada Boeing 737 Max 8

Mcas

Sistem MCAS pada Boeing 737 Max 8 merupakan teknologi terbaru yang dirancang untuk membantu mengatasi masalah pada posisi hidung pesawat yang terlalu tinggi, terutama ketika pesawat sedang mengalami stall (kehilangan daya angkat yang cukup).

Sistem ini bekerja dengan memberikan input ke pengendali penerbangan agar pesawat dapat kembali ke posisi yang lebih stabil. Namun, masalah pada sistem ini terjadi ketika sensor yang membaca posisi hidung pesawat mengalami gangguan atau kerusakan, sehingga sistem memberikan instruksi yang salah dan membuat pesawat terbang tidak stabil.

Sejarah Kehadiran Boeing 737 Max 8 di Indonesia

Boeing 737 Max 8

Pada 2017, Garuda Indonesia menjadi maskapai penerbangan pertama di Indonesia yang memesan pesawat Boeing 737 Max 8. Maskapai ini memesan sebanyak 50 unit pesawat dengan nilai kontrak mencapai US$4,9 miliar.

Namun, setelah kecelakaan Lion Air pada 2018, Garuda Indonesia memutuskan untuk membatalkan pesanan sebanyak 49 unit pesawat dan hanya mempertahankan satu unit yang telah diterima sebelumnya.

Keunggulan dan Tantangan Penggunaan Boeing 737 Max 8 di Indonesia

Boeing 737 Max 8

Teknologi Boeing 737 Max 8 menawarkan beberapa keunggulan, seperti efisiensi bahan bakar yang lebih baik (hingga 15% lebih efisien dibandingkan dengan pesawat sejenis), kemampuan terbang lebih tinggi, dan kenyamanan penumpang yang lebih baik, terutama pada jarak tempuh yang jauh.

Namun, keberadaannya di Indonesia menghadapi beberapa tantangan, seperti adanya protes dari keluarga korban kecelakaan Lion Air yang menuntut Boeing bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut, perlunya peningkatan pengawasan dan keamanan penerbangan, serta tuntutan akan transparansi informasi dari pihak Boeing dan regulator penerbangan.

Masa Depan Teknologi Boeing 737 Max 8 di Indonesia

Boeing 737 Max 8

Sejauh ini, Boeing 737 Max 8 masih belum diizinkan untuk terbang di Indonesia dan beberapa negara lainnya. Namun, Boeing dan regulator penerbangan terus melakukan upaya perbaikan dan pengujian untuk memastikan bahwa pesawat ini aman digunakan.

Meski demikian, kepercayaan masyarakat dan pihak regulator perlu kembali dibangun dengan cara meningkatkan transparansi informasi, meningkatkan pengawasan dan keamanan penerbangan, dan memberikan jaminan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama.

Dalam jangka panjang, teknologi Boeing 737 Max 8 masih memiliki potensi untuk terus berkembang dan menawarkan keunggulan yang lebih baik dibandingkan dengan pesawat sejenis. Namun, penting untuk melakukan evaluasi yang mendalam dan memastikan bahwa keselamatan dan keamanan menjadi prioritas utama dalam penggunaannya.

Related video of Teknologi Boeing 737 Max 8 di Indonesia: Keunggulan dan Tantangan