Mengapa Teknologi Cuci Darah Memiliki Kemiripan Dengan Fungsi Ginjal
Teknologi cuci darah merupakan salah satu terapi pengobatan untuk pasien yang mengalami masalah dengan ginjal. Fungsi ginjal adalah untuk menyaring dan mengeluarkan limbah metabolisme tubuh. Namun, ketika ginjal tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka terapi cuci darah diperlukan sebagai pengganti fungsi ginjal. Lalu, mengapa teknologi cuci darah memiliki kemiripan dengan fungsi ginjal? Berikut penjelasannya.
Fungsi Ginjal
Ginjal merupakan organ vital dalam tubuh manusia. Selain berfungsi dalam menyaring dan mengeluarkan limbah metabolisme tubuh, ginjal juga berperan dalam menjaga kestabilan cairan dan elektrolit tubuh, mengatur tekanan darah, serta memproduksi hormon tertentu. Setiap hari, ginjal memproses sekitar 200 liter darah untuk menghasilkan sekitar 2 liter urine.
Teknologi Cuci Darah
Teknologi cuci darah merupakan metode pengobatan yang digunakan untuk membantu fungsi ginjal. Terapi ini bekerja dengan cara menyaring darah dari limbah dan toksin yang menumpuk di dalamnya. Pada umumnya, teknologi cuci darah dilakukan pada pasien yang mengalami gagal ginjal atau penyakit ginjal kronis.
Teknologi cuci darah dilakukan dengan menggunakan mesin cuci darah yang mempunyai membran semi-permeabel atau semipermeable membrane. Membran ini berfungsi untuk menyaring darah dari limbah dan toksin. Selama proses cuci darah, darah pasien akan dialirkan ke dalam mesin cuci darah, kemudian akan disaring melalui membran semi-permeabel. Setelah darah disaring dari limbah dan toksin, darah tersebut akan kembali dialirkan ke dalam tubuh pasien.
Perbedaan Antara Ginjal dan Teknologi Cuci Darah
Meskipun teknologi cuci darah dipakai untuk membantu fungsi ginjal, namun terdapat perbedaan di antara keduanya.
Pertama, ginjal berfungsi secara kontinu dalam menyaring darah dan mengeluarkan limbah metabolisme tubuh, sedangkan teknologi cuci darah dilakukan perawatan terapi sesuai waktu yang direkomendasikan oleh dokter.
Kedua, ginjal dapat memperbaiki atau memperbaiki kondisi tubuh pasien ketika terjadi ketidakseimbangan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh, sedangkan teknologi cuci darah hanya berfungsi untuk mengeluarkan limbah dan toksin dari darah pasien.
Ketiga, ginjal dapat memproduksi hormon tertentu untuk mengatur tekanan darah, sedangkan teknologi cuci darah tidak memiliki fungsi tersebut.
Kesimpulan
Teknologi cuci darah dan ginjal memang memiliki kemiripan dalam fungsi menyaring dan mengeluarkan limbah metabolisme tubuh. Namun, teknologi cuci darah hanya membantu fungsi ginjal dan tidak dapat memperbaiki atau memperbaiki kondisi tubuh pasien seperti ginjal yang dapat melakukannya. Oleh karena itu, teknologi cuci darah hanya digunakan sebagai pengganti fungsi ginjal pada pasien yang mengalami gagal ginjal atau penyakit ginjal kronis. Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami masalah dengan ginjal atau ingin mengetahui lebih lanjut tentang teknologi cuci darah.