Olahan Pangan Apa Yang Dapat Dilakukan Dengan Teknologi Blansing
Teknologi blanching adalah salah satu teknik pengolahan pangan yang sangat berguna. Melalui teknik ini, makanan yang mentah dapat diolah dengan lebih mudah dan cepat. Di Indonesia sendiri, terdapat banyak olahan pangan yang dapat dikembangkan dengan menggunakan teknologi blanching. Berikut adalah beberapa olahan pangan yang dapat dilakukan dengan teknologi blanching
1. Sayuran Beku
Teknologi blanching sangat cocok untuk mengolah sayuran menjadi sayuran beku. Sayuran beku memiliki kelebihan dalam hal penyimpanan, di mana sayuran beku dapat disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama dibandingkan sayuran segar tanpa menghilangkan kandungan nutrisinya. Selain itu, sayuran beku juga sangat praktis digunakan.
Untuk mengolah sayuran menjadi sayuran beku, langkah pertama adalah mencuci sayuran hingga bersih. Kemudian, sayuran direbus dalam air mendidih selama beberapa menit. Setelah itu, sayuran diangkat dan direndam dalam air dingin selama beberapa saat agar proses pemanasan terhenti. Setelah itu, sayuran diperas dengan handuk atau menggunakan alat pengering sebelum kemudian disimpan dalam freezer.
2. Buah Kering
Teknologi blanching juga dapat digunakan untuk mengolah buah menjadi buah kering. Buah kering memiliki kandungan nutrisi yang sama dengan buah segar, namun dapat disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama. Selain itu, buah kering juga lebih praktis dan mudah dibawa-bawa.
Untuk mengolah buah menjadi buah kering, langkah pertama adalah mencuci buah hingga bersih. Kemudian, buah direbus dalam air mendidih selama beberapa menit. Setelah itu, buah diangkat dan dikeringkan dengan lap atau menggunakan mesin pengering. Setelah itu, buah dikeringkan dalam oven selama beberapa jam hingga kering dan tidak terlalu lembek. Buah kering bisa disimpan dalam wadah kedap udara dan tempat yang kering.
3. Makanan Kaleng
Teknologi blanching juga dapat digunakan untuk mengolah makanan menjadi makanan kaleng. Makanan kaleng memiliki kelebihan dalam hal penyimpanan, di mana makanan kaleng dapat disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama dibandingkan makanan segar tanpa menghilangkan kandungan nutrisinya. Selain itu, makanan kaleng juga sangat praktis digunakan.
Untuk mengolah makanan menjadi makanan kaleng, langkah pertama adalah mencuci makanan hingga bersih. Kemudian, makanan direbus dalam air mendidih selama beberapa menit. Setelah itu, makanan diangkat dan dimasukkan ke dalam kaleng yang sudah disterilkan. Setelah itu, kaleng diisi dengan air atau kuah dan ditutup dengan rapat sebelum kemudian dipasteurisasi dalam suhu tinggi selama beberapa waktu. Makanan kaleng siap disimpan dan digunakan.
4. Olahan Mie
Teknologi blanching juga dapat digunakan untuk mengolah mie menjadi olahan mie seperti mie goreng atau mie instan. Olahan mie memiliki kelebihan dalam hal penyimpanan, di mana olahan mie dapat disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama dibandingkan mie segar tanpa menghilangkan kandungan nutrisinya. Selain itu, olahan mie juga sangat praktis digunakan.
Untuk mengolah mie menjadi olahan mie, langkah pertama adalah merebus mie dalam air mendidih selama beberapa menit. Kemudian, mie diangkat dan dicuci dengan air dingin agar proses pematangan terhenti. Setelah itu, mie diberi bumbu-bumbu dan dimasak sesuai dengan olahan yang diinginkan.
Kesimpulan
Dalam kesimpulannya, teknologi blanching sangat berguna dalam mengolah pangan menjadi berbagai olahan pangan yang lebih praktis dan mudah disimpan. Beberapa olahan pangan yang dapat dilakukan dengan teknologi blanching adalah sayuran beku, buah kering, makanan kaleng, dan olahan mie. Dengan memanfaatkan teknologi blanching, kita dapat memperpanjang umur simpan pangan tanpa menghilangkan nutrisinya.