Teknologi Jaringan Internet Yang Menggunakan Satelit
Teknologi jaringan internet yang menggunakan satelit telah menjadi salah satu solusi bagi daerah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur kabel bawah laut atau pun infrastruktur darat. Di Indonesia, teknologi ini masih terbilang baru, namun sedang berkembang pesat.
Bagaimana Satelit Menghubungkan Internet?
Sebelum membahas lebih jauh, mari kita pahami terlebih dahulu bagaimana teknologi jaringan internet yang menggunakan satelit dapat menghubungkan internet. Satelit yang digunakan untuk teknologi ini adalah satelit geostasioner yang ditempatkan di ketinggian 36.000 kilometer di atas permukaan bumi. Satelit ini ditempatkan pada posisi yang tetap terhadap bumi dan mengelilingi bumi dengan kecepatan yang sama dengan rotasi bumi.
Ketika seseorang menggunakan internet, data yang dikirimkan melalui kabel atau Wi-Fi akan diterima oleh satelit geostasioner terdekat dan kemudian diteruskan ke stasiun bumi. Stasiun bumi akan memproses data tersebut dan mengirimkannya kembali ke satelit yang kemudian meneruskannya ke perangkat yang digunakan oleh pengguna internet.
Kelebihan Teknologi Jaringan Internet yang Menggunakan Satelit
Teknologi jaringan internet yang menggunakan satelit memiliki beberapa kelebihan, antara lain:
- Mencakup Area yang Luas
Teknologi ini dapat mencakup daerah yang luas, termasuk daerah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur kabel atau pun infrastruktur darat, seperti daerah kepulauan. - Mudah Dalam Pemasangan
Teknologi ini mudah dalam pemasangan, karena tidak memerlukan infrastruktur kabel atau pun infrastruktur darat yang rumit. - Tidak Terpengaruh Cuaca
Teknologi ini tidak terpengaruh oleh kondisi cuaca yang buruk, seperti hujan dan badai, sehingga koneksi internet tetap terjaga.
Kelemahan Teknologi Jaringan Internet yang Menggunakan Satelit
Teknologi jaringan internet yang menggunakan satelit juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain:
- Tingkat Latency yang Tinggi
Koneksi internet yang melalui satelit memiliki tingkat latency yang lebih tinggi dibandingkan dengan koneksi internet yang melalui infrastruktur kabel atau pun infrastruktur darat. Hal ini disebabkan karena jarak antara satelit dengan permukaan bumi yang jauh dan perjalanan data yang lebih panjang. - Biaya yang Lebih Mahal
Teknologi ini memiliki biaya yang lebih mahal dibandingkan dengan teknologi jaringan internet lainnya, seperti infrastruktur kabel atau pun infrastruktur darat. Hal ini disebabkan karena biaya pemasangan dan perawatan satelit yang cukup tinggi. - Keterbatasan Kapasitas
Koneksi internet yang melalui satelit memiliki keterbatasan kapasitas, sehingga tidak dapat menangani banyak pengguna internet pada saat yang sama. Hal ini dapat menyebabkan koneksi internet menjadi lambat atau bahkan putus.
Penerapan Teknologi Jaringan Internet yang Menggunakan Satelit di Indonesia
Di Indonesia, teknologi jaringan internet yang menggunakan satelit telah mulai diterapkan dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa provider internet yang menggunakan teknologi ini antara lain:
- Telkom
Telkom meluncurkan satelit Merah Putih pada tahun 2018 yang memiliki kapasitas sebesar 14 Gbps. Satelit ini digunakan untuk menghubungkan internet di daerah terpencil di Indonesia. - PSN
PSN (Pasifik Satelit Nusantara) merupakan provider internet yang menggunakan satelit pertama di Indonesia. PSN diluncurkan pada tahun 1991 dan menjadi penyedia layanan internet satelit pertama di Asia. - Indosat Ooredoo
Indosat Ooredoo meluncurkan satelit Palapa-D pada tahun 2009. Satelit ini memiliki kapasitas sebesar 10,5 Gbps dan digunakan untuk menghubungkan internet di Indonesia, Asia, dan Australia.
Kesimpulan
Teknologi jaringan internet yang menggunakan satelit merupakan solusi yang tepat untuk menghubungkan internet di daerah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur kabel atau pun infrastruktur darat. Meskipun memiliki kelebihan, teknologi ini juga memiliki kelemahan yang perlu dipertimbangkan sebelum digunakan. Di Indonesia, teknologi ini telah mulai diterapkan oleh beberapa provider internet untuk menghubungkan internet di daerah terpencil.